Tampilkan postingan dengan label Tangsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangsel. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Mei 2020
Menguak Keajaiban Mimpi; Resensi Buku
Resensi Buku
Judul : Menguak Keajaiban Mimpi,
Menggali Ilmu Laduni
Karya : Muhammad Luthfi Ghozali
Penerbit : Abshor Semarang
Tahun :2017
Halaman :x + 188 .14 x 20
Harga penerbit : Rp 60.000
Diresensi oleh : Verri JP
Berat : 250 gram
Pic WA : 08111494599
https://tokoherbalkelapagading.blogspot.com/2020/05/menguak-keajaiban-mimpi-resensi-buku.html?m=1
Membaca buku "Menguak keajaiban Mimpi" (MKM) karya Muhammad Luthfi Ghazali tentang mimpi bisa melengkapi buku tentang tafsir mimpi "ensiklopedia Arti Mimpi" karya Muhammad Ibn Sirin Al Bashri (653 M - 728 M). Maupun kitab primbon "Betal Jemur Adamakna" karya Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat di (keraton) Ngayogyakarta Hadiningrat.
Secara umum, primbon diartikan sebagai buku yang menyimpan pengetahuan tentang berbagai hal. Wojo-wasito dan Poerwadarminta (1980:211) memberikan definisi primbon sebagai “buku yang memuat astrologi dan mantera” yang di dalamnya meliputi ilmu tafsir mimpi.
Baik karya ibn Sirin maupun karya Pangeran Harya Tjakraningrat itu menguak makna tabir mimpi. Sedangkan buku MKM membahas proses alam mimpi disandingkan dengan Ilmu Laduni. Pemaparan kajian mimpi dengan pendekatan ilmu tasawuf ilmi.
Mimpi itu berkaitan dengan jiwa dan niat sejati seseorang. Nilai yang dilekatkan pada setiap unsur berhubungan erat dengan persepsi ideal yang diambil dari kehidupan sebenarnya. Jadi, pembaca diharapkan menyadari bahwa tindakan apapun yang dilakukan seseorang dalam sebuah mimpi sesungguhnya adalah tindakan Tuhan.
Menurut buku MKM alam manusia dibagi dua, yakni alam lahir dan alam bathin. Alam lahir disebut alam mulki wa syahadah dan alam bathin disebut alam malakut. Adapun "Barzah" yang menjadi pembatas kedua alam ini dinamai alam jabarut. Tingkatan paling bawah alam jabarut adalah alam hayal. Di alam hayal ini adalah tempat mimpi "bohong", alam dimana manusia bekerja sama dengan setan jin untuk berbuat sihir. Sedangkan tingkat teratas dalam alam jabarut adalah alam qolam, yakni tempatnya mimpi benar, alam dimana salik berpotensi menemukan ILMU LADUNI.
Rasul Saw, membagi mimpi manusia menjadi tiga bagian. Pertama, mimpi karena manusia berbicara dengan jiwanya sendiri. Kedua, mimpi sebagai pembicaraan yang datang dari setan dan terakhir, mimpi yang benar. Mimpi yang benar ini merupakan 1/46 dari alam kenabian. Demikian dijelaskan dalam satu riwayat.
Lalu timbul pertanyaan bagaimana dengan mimpinya orang awam apakah berlaku sama dengan Nabi?
Disabdakan dalam satu riwayat Hadis Nabi Saw "Tidurnya orang alim lebih utama dari pada ibadahnya orang bodoh". Maksud kalimat tidur orang alim yang tersebut di atas adalah tidur yang diilmukan. Bukan orang alim yang sedang tertidur.
Jadi, untuk memahaminya perlu dijelaskan bahwa mimpi yang diperoleh perlu ada persiapan yakni niat tidur dalam rangka ibadah. Sehingga tidurnyapun memperoleh pahala. Alhasil, mimpinya pun benar, bukan mimpi bohong atau sekedar bunga tidur. Dari mimpi ini disusupkan ilham Ilahiyah yang menuntun jalan ke arah kebenaran bukan ilham sataniyyah. Kalau orang tidur tanpa diniati ibadah, mimpinya itu tidak mampu menembus ke alam malakut melainkan terperangkap dalam alam khayali sehingga setan dan jin yang menemani perjalanan mimpinya.
Berwudhu sebelum tidur, adalah adab yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah, kemudian diniatkan agar tidurnya menjadi ibadah, bagi pengikut tarekat jangan lupa tawassul kepada guru atau mursyidnya dengan harapan agar ruhnya bisa dipertemukan dengan ruh guru atau mursyidnya di alam mimpi.
Mimpi yang bersifat Ilahiyyah bisa dicontohkan pada mimpi Nabi Ibrahim AS. ( qs. Ash-shofat : 102 -107).
Rasul Saw pernah bersabda bahwa mimpi para nabi juga merupakan wahyu. Mimpi Rasulullah Saw diantaranya adalah memasuki Masjidil haram dalam keadaan aman ( qs. Al Fath/27)
Selanjutnya mimpi Nabi Yusuf AS. (Qs. Yusuf/4-6). Menjelaskan mimpi Nabi Yusuf yang menjadi kenyataan setelah 40 tahun ada juga pendapat lain yang mengatakan setelah 80 tahun.
Kesimpulan dari beberapa mimpi Nabi Allah, umumnya mimpi mereka adalah berita pendahuluan, tanpa ada penjelasan kapan realisasi mimpinya. Hanya saja perjuangan dan kemauan keras untuk mewujudkannya, serta harus diyakini dan diredaksikan dengan benar, maka hasilnya akan benar pula.
Dalam hal lain, sebenarnya melalui intuisi mimpi siapapun bisa memperoleh ilmu laduni (laduniyah Robbaniyah). Didalam buku MKM dijelaskan tentang sumber ilmu laduni di alam mimpi dan dijelaskan proses kedatangannya pada jiwa kontemplatif yang wushul kepada Allah Swt.
Kalau yang dicontohkan pada MKM adalah mimpi yang bersifat ilahiyyah, timbul pertanyaan apakah bisa diaplikasikan untuk impian orang awam yang masih mengedepankan materi?
Di buku MKM tidak melulu membahas ilmu ladunni, namun juga dijelaskan bagaimana untuk merealisasikan alam mimpi tersebut.
Untuk merelisasikan mimpi caranya pertama, impian diimani, kemudian kemauan ditingkatkan, selanjutnya berusaha dan berdoa. Membiasakan yang luar biasa menjadi biasa, hasilnya akan terbentang beberapa kemungkinan, setelah kemungkinan di depan mata tampak kemudian kenyataan pun mudah diraih.
Ternyata merealisasikan alam mimpi mudah bukan?
Tulisan resensi singkat ini merupakan tips sederhana meraih mimpi menjadi kenyataan. Untuk mendapatkan penjelasan lengkap silakan koleksi bukunya "Menguak Keajaiban Mimpi, Menggali Sumber Ilmu Laduni". Bisa hubungi Verri JP sekarang juga di No.HP/WA : 08111494599.
Salam mimpi,
Verri JP
Pengamat Mistisisme Islam
Jumat, 01 Mei 2020
*Resensi Buku
Judul Buku : "Thoriqoh sebagai makanan dan obat.
Mengikuti Jalan Guru Mursyid, Menggapai Surga Dunia dan Surga Akherat."*
Karya : Muhammad Luthfi Ghozali
Penerbit : Abshor, 2017. Semarang
Halaman : ix + 186. 14x 20
Peresensi : Verri JP
Berat : 300 gram
Harga : Rp 75.000,- Belum ongkir
Kondisi : Baru dari Penerbit langsung.
Perihal : Agama Islam.
PIC : 08111494599
https://verijp.blogspot.com/2020/04/thoriqoh-sebagai-makanan-dan-obat-suatu.html?m=1
Arti kata Thoriqoh menurut bahasa adalah jalan. Maksudnya jalan tertentu yang membuat orang jalan sampai kepada tujuan tertentu.
Perkataan thoriqoh dalam terminologi tasawuf menurut Zamakh sari Dhafier, pengarang Tradisi Pesantren adalah "sebagai jalan menuju surga".
Menurut Muhammad Luthfi Ghozali, tujuan orang berthoriqoh itu ada dua sekaligus yaitu untuk mendapatkan surga dunia dan surga akhirat seperti yang ditulis sebagai judul buku ini.
Surga dunia (jamatul ma'rifat) yaitu orang yang mendapat makrifatullah yaitu kenal Allah secara persaksian, kenal Sunatullah, yaitu sistem yang dibangun Allah dalam kehidupan alam semesta. Orang yang mengenal sunatullah, hatinya tidak cenderung kepada gemerlapnya duniawi, meski kehidupannya mengurusi usaha dunia maka hatinya terjaga dari tipuan kehidupan duniawi. Jasadnya memang di pasar tapi hatinya istiqomah menghadap yang memciptakan kehidupan di pasar, karena hatinya cemerlang rongga dadanya lapang, disinari nur ketuhanan.
Di dalam buku "Thoriqoh sebagai makanan dan obat" bagi penulis resensi buku ini, menarik untuk dikupas.
Pertama, thoriqoh dalam ajaran tasawuf yang umumnya diketahui adalah suatu amaliah yang diberikan oleh Syeikh Mursyid, untuk mendekatkan diri kepada Allah, melalui dzikir dan cara lain yang ditentukan oleh thoriqoh tersebut.
Harun Nasution, seorang akademisi dan tokoh Islam, menjelaskan ada hal yang prinsipil antara thoriqoh dan thoriqoh lainnya. Perbedaan yang utama adalah pada jenis dzikir dan wirid serta tatacara pelaksanaannya jadi wiridlah yang menentukan setiap thoriqoh.
Apa yang ditulis dalam buku-buku thoriqoh sejenisnya biasanya klasik dan baku, karena perkembangan thoriqoh begitu pesat sejak didirikannya thoriqoh Qadiriyah, yang didirikan oleh Syekh 'Abdul Qadir al Jilani (w 1165).
Kedua, di dalam buku yang saya resensi ini dijelaskan secara populair mengikuti zaman "now", tanpa melupakan pokok-pokok bahasan klasik seperti tawasul dan Robithoh, tawajjuh/wuquf qolbi dan proses kelahiran ruhani.
Diantaranya dijelaskan bahwa manusia adalah makhluk lahir batin, jasmani ruhani, bahkan manusia adalah ruh yang dibungkus fisik, bukan sebaliknya, fisik yang dihidupi ruh. Seperti manusia fisik, untuk pertumbuhan dan kesehatan badannya butuh makan, manusia ruh juga demikian. Kalau manusia fisik butuh makanan yang terdiri dari makanan pokok, seperti lauk pauk, ditambah cemilan supaya cepat gemuk, maka manusia ruh juga demikian.
Makanan manusia ruh itu bukan nasi dan lauk pauk, melainkan pahala ibadah, baik ibadah fardhu maupun ibadah sunnah. Adapaun cemilannya adalah dzikir dan wirid-wirid yang diistiqomahkan. Dengan mendapat asupan yang cukup dan seimbang, makanan lahir dan makanan batin, maka kehidupan manusia menjadi seimbang, homeostatis. Dengan kehidupan yang seimbang, berarti manusia bisa menyelaraskan kehidupannya dengan kehidupan alam semesta yang tercipta seimbang. Itulah kehidupan yang paling ideal, kehidupan orang berilmu, beriman, dan bertakwa, untuk mencapainya, orang harus berthoriqoh.
Terakhir, tradisi masyarakat Islam mengenal adanya majlis dzikir, yakni sekumpulan orang yang secara rutin menyelenggarakan dzikir bersama, dengan frekwensi tertentu.
Pada masyarakat modern, majlis dzikir seperti thoriqoh ini akan sangat efektif dalam membuat keseimbangan antara menuruti dinamika kerja yang terus menantang dan dorongan bathin yang merindukan ketentraman spiritual.
Buku ini akan mengajak Anda menyelami samudra dzikir atau tashawuf (aspek bathin dari agama). Pembaca akan diajarkan selangkah demi selangkah dengan bahasa kekinian demi kesadaran akan tujuan hidup yang hakiki. Hidup Anda akan diarahkan untuk kepentingan utama dari hidup itu sendiri, yakni lebih dekat kepada Tuhan sebagai "Asal Sejati" sekaligus "Tujuan Akhir". Mungkin, itulah alasan kenapa judul lengkapnya dipilih " Thoriqoh Sebagai Makanan dan obat. Mengikuti Jalan Mursyid, menggapai sorga dunia dan sorga akhirat".
Akhirul kalam, buku ini sangat penting dimiliki oleh setiap muslim yang ingin lebih dalam menghayati nilai-nilai keagamaan yang bukan sekedar ritual jasad dan teori keyakinan yang kering secara spiritual. Untuk para praktisi thoriqoh rasanya buku ini adalah buku wajib yang perlu dijadikan koleksi.
Apabila Anda tertarik untuk mendapatkan buku ini, bisa langsung kontak Verri JP, WA No. 08111494599 sekarang juga..
Kamis, 02 April 2020
Aneka ramuan Herbal Untuk Flu
+++ ANEKA RAMUAN UNTUK FLU +++
Flu begitu mengganggu. Hidung tersumbat. Tenggorokan kering. Batuk. Pusing demam dll.
Tapi anda tidak usah bingung.
Jika anda terserang flu coba resep di bawah ini.
RAMUAN 1
1 genggam meniran
3 jempol kencur
4 gelas air.
Rebus hingga 2 gelas
Minum 2x setiap 5 jam.
RAMUAN 2
1 genggam meniran
1 jempol jahe.
4 gelas air.
Rebus hingga 2 gelas.
Minum 2x setiap 5 jam
RAMUAN 3
1 genggam pegagan
1 jempol gula batu
4 gelas air
Rebus hingga 2 gelas.
Minum 2x setiap 5 jam.
RAMUAN 4
7 daun sirih
1 jempol gula batu
4 gelas air
Rebus hingga 2 gelas
Minum.2x setiap 5 jam.
RAMUAN 5
1 genggam pegagan
1 sendok madu
1/2 buah jeruk nipis.
2 gelas air matang.
Caranya.
tumbuk halus pegagan.
tambahkan air 2 gelas. Aduk saring.
masukkan madu dan peras jeruk nipis.
minum 2x. Setiap 5 jam
RAMUAN 6
1 jempol kencur
1/2 jeruk nipis
1 sendok madu
1/2 sendok teh garam.
Caranya.
Kencur tumbuk halus
Masukkan semua bahan dalam 1 gelas air. Aduk minum.
Cocok untuk flu batuk.
RAMUAN 7
1 jempol jahe
1 sendok madu
1 gelas air.
tumbuk halus jahe.
Masukkan gelas.
Tambahkan air dan madu
Minum.
@MENCEGAH PENULARAN FLU
* jauhkan bayi dari penderita flu
* gunakan masker bagi penderita flu
* flu yg di sertai sesak napas segera periksa ke dokter.
Terima kasih
Semoga bermanfaat.
Sumber Resep : zaenal_abiddin
Wedangan Instan Berkhasiat Jamu
Sambil menghabiskan waktu di karantina, tinggal di rumah selama dua minggu, jangan lupa medang wedangan instan yang berkhasiat kesehatan. Apalagi di musim Covid 19, kita perlu menguatkan imunitas tubuh.
Berikut ini wedangan instan yang tersedia di toko herbal online. Diantaranya adalah wedang Uwuh, wedang Dewa, Wedang mint, wedang Jahe dll.
Tinggal dipilih sesuai selera.
Hubungi Thera Afiat @ 08111494599
Empon-Empon Untuk Covid 19;
Mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan solusi masalah Covid 19 yang belum ada obatnya. Rumah Sehat Thera Afiat menyediakan herbal wedang empon-empon untuk mencegah Virus Corona yang dikemas secara praktis.
Komposisi :
Jahe, Temulawak, Sereh, Kunyit, dan Kayumanis.
Cara penyajian:
Masukkan semua bahan ke dalam panci atau kwali.
Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih dan siap diminum.
Bahan jamu tersebut bisa diulang selama 3 hari.
https://tokoherbalkelapagading.blogspot.com/2020/03/empon-empon-mencegah-virus-corona.html?m=1
Untuk order/query secara online hubungi :
Verri JP
Rumah Sehat Thera Afiat
Wa 08111494599
Atau 087883171247
Label:
Aneka Ramuan Herbal Untuk Flu,
Jl Kalasan,
Kelapa Gading,
Pamulang,
Pilek,
Salesma,
Sarua Permai,
Tangsel,
thera Afiat,
Verri JP MA
Jumat, 27 Maret 2020
Kisah Jamu RI Sembuhkan Pasien Korona
Kisah Jamu Indonesia Sembuhkan Pasien Covid-19 di Swedia
Vermint atau yang lebih tren dikenal sebagai obat cacing oleh masyarakat Indonesia memang berasal dari ekstrak cacing tanah atau Lumbricus rubellus yang sudah diolah dalam bentuk kapsul.
Wabah covid-19 yang muncul menggegerkan berbagai belahan dunia sejak awal tahun hingga kini masih mengundang sejumlah pertanyaan, khususnya dari sisi pegobatan yang tepat. Beragam kisah penyembuhan pasien Covid-19 pun masih menjadi perbincangan yang menarik hari ini.
Salah satunya kisah warga negara Indonesia (WNI) yang kini tengah menetap di Swedia. Namanya, Nathania Setiawan (26 tahun) atau yang kerap disapa Thania. Awalnya, dia menggunakan akun instagram pribadinya untuk berbagi cerita.
Dia dinyatakan sebagai pasien Covid-19 di Swedia usai menjalani perjalanan panjang dari Indonesia. Kegigihannya untuk sembuh dari Covid-19 pun berbuah nyata. Uniknya, Thania mengaku obat paling ampuh yang dikonsumsi yakni produk obat jenis jamu dari Indonesia.
Cerita dimulai pada 10 Januari 2020 lalu tiga hari setelah pulang dari Indonesia pada 7 Januari 2020. Thania merasakan sakit di tenggorokan berupa batuk kering tanpa dahak ditambah pilek hingga tidak enak badan. Sakit pun berlanjut pada 12 Januari, demam Thania melonjak 39,9 derajat Celsius ditambah diare.
"Di Bandara Doha, Qatar sudah banyak yang batuk-batuk tetapi saya tidak punya pikiran macam-macam karena badan memang sudah lelah di perjalanan yang memakan waktu 20 jam dari Jakarta," katanya kepada Bisnis melalui layanan pesan singkat, Jumat (27/3/2020)
Sakit Thania berlanjut hingga pada 13 Januari 2020, dia memutuskan untuk ke rumah sakit (RS) tetapi ditolak, bahkan pintu RS tertulis jika sakit batuk, panas, pulang, dan minum paracetamol juga istirahat cukup.
Menurutnya, hal itu bukan karena wabah Covid-19 yang mulai melanda di berbagai belahan dunia.
Thania pun memutuskan memahami hal tersebut, dan mulai mengonsumsi paracetamol dua butir tiga kali sehari. Keesokan harinya, bukan mereda panas Thania malah meningkat hingga 40,1 derajat Celsius ditambah pendarahan di hidung atau mimisan serta saat bernapas sakit.
Dia menyebut suaminya pun memutuskan izin dari kantor untuk merawat karena kondisinya yang semakin mengkhawatirkan.
Kondisi diperparah pada keesokan harinya (15/1/2020), sang suami juga menderita demam hingga 40 derajat Celsius dan batuk kering. Thania pun meminta kepada suaminya untuk memeriksakan kembali di RS milik institusi. Beruntung kali ini keduanya diterima dan langsung diperiksa di Unit Gawat Darurat (UGD).
"Saya datang dengan darah mimisan di hidung, di sini harus parah sekali baru diterima. Jadi, setelah proses wawancara riwayat perjalanan kami, mereka mengambil sampel dari badan kami. Setelah seharian rebahan di UGD, dokter pun datang dengan pakaian pelindung. Kami dinyatakan terkena virus unik, terlihat seperti H1N1 atau Influenza A dan menurutnya itu tidak parah. Kami pun dibuatkan resep obat batuk cair dan tablet larut," ujar Thania.
Tak berhenti di situ, upaya Thania untuk sembuh pun ditambah dengan membongkar koper persediaan obat yang dibawa dari Indonesia. Dia pun menemukan Vermint, Tolak Angin, dan multivitamin yang memang rutin dibawa untuk persediaan obat selama di sana.
Alhasil usai mengonsumsi Vermint dan berbagai resep dokter pada hari kelima, demam berangsur mereda pada hari kedelapan hingga sembilan. Thania mengaku efek konsumsi Vermint yang paling ampuh meredakan demam dengan baik. Dia dan suami melanjutkan konsumsi hingga menghabiskan dua botol Vermint.
Suami Thania juga sempat melakukan pencarian daring terkait kandungan dalam Vermint. Hasilnya Vermint bukan hanya membantu menurunkan panas, tetapi ada protein di dalam jumlah besar yang ketika itu mereka sudah tidak harapan dan berpikir bahwa tubuh memerlukan banyak asupan itu.
"Jadi kami pilih Vermint untuk jadi asupan protein setelah turun panas, dan dibarengi makanan bergizi lainnya di Swedia seperti cottage cheese, protein pudding, sayur hijau, ikan, couscous, quinoa," tutur Thania.
Sepengetahuan Thania sejak kecil di Indonesia Vermint adalah obat tifus, tetapi juga efektif untuk mengobati paru yang sesak karena berlendir. Singkat cerita, hingga penghujung Februari Thania merasakan badannya mulai pulih membaik. Seketika itu, Thania pun baru mendapat kabar dari RS bahwa dia dan suami sebenarnya menderita Covid-19.
"Saya ditelepon dan bicara sama dokter dan guru besar institusi RS tersebut, dokter itu bilang kemungkinan kami bukan terkena H1N1 tetapi Covid-19. Saat saya sakit itu masih satu kasus di Jönkoping dan terkesan tidak mungkin saya Covid-19 kalau balik dari Indonesia yang saat itu masih 0 kasus," katanya.
Dugaan positif Covid-19 juga dikorfimasi oleh suster yang menanganinya saat itu, karena suster itu pun dinyatakan positif Covid-19. Dokter mengatakan hasil sampel Thania dalam bentuk digital telah dibuka kembali dan dicocokkan dengan kasus pertama Covid-19 di sana.
Thania dan suami pun diminta tes ulang pada 28 Februari 2020, dan meminta teman terdekatnya juga turut melakukan tes.
Akhirnya, Thania dan suami kembali untuk melakukan tes ulang sembari menyerahkahkan sisa obat dari Indonesia yang dikonsumsi untuk penyembuhan karena diminta oleh pihak RS. Thania pun membaca kebingungan para tenaga medis di sana yang menilai Thania cukup sehat selama terjangkit Covid-19 tidak seperti pasien pertama yang akhirnya meninggal.
Thania mengaku telah mengonsumsi Vermint sejak duduk di bangku kuliah karena menderita sakit tifus. Sepengetahuannya Vermint dikonsumsi masyarakat Indonesia untuk menyembuhkan DBD dan tifus.
Saat ini dia mengaku sudah dapat melakukan aktifitas seperti biasa yakni berkerja dan kuliah di sana. Menurut Thania penanganan Covid-19 di Swedia memang tidak segaresif di negara lain termasuk Indonesia, bahkan kebijakan WFH atau kerja dari rumah yang kini diterapkan di Tanah Air tidak berlaku di sana.
Thania menyebut angka positif Covid-19 di Swedia per pekan ini berkisar 2.300 kasus dari 9 juta penduduk saja, lonjakan terjadi setelah ada pasien yang diduga membawa virus dari Italia dan imigran Iran yang kembali dari libur Natal dan marathon di Stockholm minggu lalu.
Menurutnya, kondisi pasien yang kritis di atas 70 dapat perawatan, dan yang muda tidak kritis diminta hanya melakukan istirahat di rumah. Namun, itu pun tanpa pengawasan yang memadai.
"Kalau di Indonesia sempat baca Pak Jokowi beli 3 juta obat sementara, juga polisi Indonesia yang galak mengimbau masyarakat yang keluyuran agar pulang. Itu bentuk perhatian yang amat besar menurut kami di sini," katanya.
Vermint
Vermint atau yang lebih tren dikenal sebagai obat cacing oleh masyarakat Indonesia memang berasal dari ekstrak cacing tanah atau Lumbricus rubellus yang sudah diolah dalam bentuk kapsul. Vermint di produksi oleh PT Vermindo Indonesia yang sudah lulus uji dan kini sudah beredar selama 20 tahunan.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Dwi Ranny Pertiwi yang juga pengembang produk Vermint mengatakan di Tanah Air, penjualan produk jamu kini semakin meningkat akibat wabah Covid-19.
Bahkan, menurutnya, khusus untuk produk simplisia atau rempah kering kenaikannya hingga 50 persen dari sebelum munculnya wabah Covid-19.
"Di pasar lokal jamu yang untuk menjaga stamina atau daya tahan tubuh dengan bahan baku utama jahe, kunyit, temulawak juga permintaannya meningkat pesat," katanya.
SourceIpakAyuNurcahya.bisnisdotcom.
Empon-Empon Untuk Covid 19;
Mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan solusi masalah Covid 19 yang belum ada obatnya. Rumah Sehat Thera Afiat menyediakan herbal wedang empon-empon untuk mencegah Virus Corona yang dikemas secara praktis.
Komposisi :
Jahe, Temulawak, Sereh, Kunyit, dan Kayumanis.
Cara penyajian:
Masukkan semua bahan ke dalam panci atau kwali.
Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih dan siap diminum.
Bahan jamu tersebut bisa diulang selama 3 hari.
https://tokoherbalkelapagading.blogspot.com/2020/03/empon-empon-mencegah-virus-corona.html?m=1
Untuk order/query secara online hubungi :
Verri JP
Rumah Sehat Thera Afiat
Wa 08111494599
Atau 087883171247.
Langganan:
Postingan (Atom)





