Tampilkan postingan dengan label empon empon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label empon empon. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 April 2020
Cara Membuat Aneka Empon-empon
Cara Membuat empon Empon penangkal Virus Corona
Virus corona covid-19 telah diresmikan oleh WHO pada bulan Maret 2020 menjadi salah satu pandemik membawa kekhawatiran di seluruh penjuru dunia. Seluruh negara mempersiapkan berbagai alternatif pencegahan dan pengobatan baik bagi penyintas maupun warganya yang dinyatakan negatif.
Maka, Pemerintah memberikan beberapa imbauan terkait dengan hal yang harus dilakukan dan tidak dilakukan. Imbauan tersebut antara lain dilakukan untuk mengurangi tingkat penularan virus dengan menjaga jarak melalui interaksi sosial yang pada umumnya dilakukan oleh masyarakat maupun penggerak ekonomi negara.
Secara tidak langsung, Pemerintah memberikan imbauan terkait dengan pencegahan secara eksternal. Namun, bagaimana pencegahan yang dapat dilakukan untuk menangkal virus corona covid-19 tersebut? Anda dapat mencoba salah satu resep minuman tradisional yang disebut dengan empon-empon.
Empon-empon sendiri terdiri dari berbagai bahan yang dapat Anda pilih. Beberapa di antara yakni kunyit, asam, jahe, kencur, temulawak, sereh, dan sebagainya. Berikut merupakan resep beberapa empon-empon, jamu tradisional penangkal virus corona covid-19 yang dapat dipraktikkan di rumah:
1. Beras Kencur
Untuk dapat membantu menangkal virus corona covid-19, Anda dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda dengan mengonsumsi jamu beras kencur. Anda dapat memulai dengan mempersiapkan alat dan bahannya terlebih dahulu. Bahan-bahan yang digunakan yakni kencur, beras, daun pandan, air, gula jawa, garam, dan jeruk nipis secukupnya. Kemudian, alat yang digunakan antara lain pisau, panci, wadah, cobek dan ulekan atau blender, sendok.
Sebelum memasaknya di atas kompor, pastikan beras telah dipersiapkan dengan cara direndam selama semalaman. Selain itu, gula jawa juga telah dipastikan telah disisir terlebih dahulu.
Cara membuat jamu beras kencur yang pertama yaitu rebus air hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan bahan yang dapat mencair terlebih dahulu seperti gula jawa dan garam. Setelah beberapa saat, tambahkan daun pandan agar lebih harum dan sedap. Masak dan aduk bahan-bahan tersebut hingga larut dan merata. Setelah selesai, diamkan beberapa saat.
Sembari Anda mendiamkan rebusan tersebut, haluskan beras dengan diberi sedikit air gula dan garam. Sisihkan ke dalam wadah lain. Setelah itu, haluskan kencur dengan diberi sedikit air gula dan garam secukupnya kemudian campurkan dengan beras yang telah lebih dahulu dihaluskan. Setelah selesai, tuangkan ke dalan wadah menggunakan saringan agar ampas dapat dipisahkan.
Jangan buang ampas yang telah dipisahkan tersebut. Ampas beras dan kencur yang telah dipisahkan kemudian ditambahkan dengan sedikit air gula. Kemudian aduk hingga tercampur rata di dalam suatu wadah lalu saring kembali. Lakukan hingga air gula yang Anda persiapkan habis. Untuk mengurangi rasa pahit, Anda dapat menambahkan air jeruk nipis. Jamu beras kencur Anda siap untuk dikonsumsi.
2. Kunyit Asam
Dilansir pada hellosehat, kunyit asam telah dikenal di masyarakat Jawa sebagai jamu yang dapat meredakan peradangan, mengurangi mual, mengendalikan gula darah, dan lain sebagainya. Dengan begitu, Anda juga dapat memanfaatkan jamu ini sebagai penangkal virus corona covid-19.
Persiapkan bahan dan alatnya terlebih dahulu. Bahan yang diperlukan yakni meliputi kunyit, gula merah atau gula pasir, asam jawa, air, dan garam secukupnya. Cara membuatnya, yang pertama kupas kunyit hingga bersih kemudian cuci dengan menggunakan air.
Langkah selanjutnya yakni tumbuk kasar kunyit yang telah dikupas tersebut. Persiapkan air panas dengan merebusnya di panci bersih yang telah disediakan. Setelah mendidih, masukkan semua bahan lalu tutup panci.
Rebus semua bahan dengan api kecil hingga matang. Tunggu hingga 20 menit. Rasa dapat menyesuaikan dengan selera Anda. Apabila dirasa kurang manis, Anda dapat menambahkan gula. Namun apabila kurang asin, Anda dapat menambahkan garam secukupnya. Setelah selesai dengan rasa, matikan kompor dan tuangkan ke dalam gelas menggunakan saringan. Kunyit asam Anda telah siap untuk disajikan.
3.wedang Teh Jahe;
Teh dan jahe adalah empon-empon yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Tentu saja, untuk menangkal virus corona covid-19, Anda dapat mengonsumsinya. Untuk hasil yang maksimal, jamu empon-empon tersebut dapat dikonsumsi setiap hari pada pagi dan sore.
Untuk membuat wedang teh jahe, persiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu seperti air, teh, gula merah, garam, jeruk nipis atau asam jawa, dan jahe secukupnya. Kemudian persiapkan alat-alatnya seperti cobek dan ulekan, panci, dan sendok.
Cara membuatnya yaitu, pertama haluskan bahan-bahan yang telah dipersiapkan. Terpisah, rebus air selama 10 menit lalu masukkan teh. Aduk hingga merata. Kemudian masukkan bahan-bahan yang telah dihaluskan tersebut. Aduk kembali hingga mendidih. Setelah mendidih, matikan kompor. Wedang teh jahe siap untuk disajikan.
Source.merdeka/mutiaanggraini.
4. Tinggal Menuang Air panas.
Apabila ke tiga cara masih dirasa sulit. Cara ke 4 ini cukup mudah diikuti.
Mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan solusi masalah Covid 19 yang belum ada obatnya. Rumah Sehat Thera Afiat menyediakan herbal wedang empon-empon untuk mencegah Virus Corona yang dikemas secara praktis.
Komposisi :
Jahe, Temulawak, Sereh, Kunyit, dan Kayumanis.
Cara penyajian:
Masukkan semua bahan ke dalam panci atau kwali.
Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih dan siap diminum.
Bahan jamu tersebut bisa diulang selama 3 hari.
https://tokoherbalkelapagading.blogspot.com/2020/03/empon-empon-mencegah-virus-corona.html?m=1
Untuk order/query secara online hubungi :
Verri JP
Rumah Sehat Thera Afiat
Wa 08111494599
Atau 087883171247.
Label
Empon empon Thera Afiat, Empon2 Thera Afiat, Verri JP MA, Thera Afiat, Sarua Permai, Kelapa Gading
Selasa, 31 Maret 2020
Empon-empon Cegah Penularan Corona
Profesor Unair Klaim Ramuan Jahe Dapat Cegah Penularan Corona
Angka kematian akibat virus corona jenis baru yang dikenal dengan nama Covid-19 terus bertambah tiap harinya.
Hingga Kamis 20/2/2020, tercatat 2.120 orang meninggal akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China tersebut.
Selain itu, setidaknya 75.291 orang terinfeksi virus corona di dunia. Di mana angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 95 kasus dari total kasus sehari sebelumnya yang berjumlah 75.196.
Berangkat dari terus meluasnya wabah virus corona, seorang profesor asal Universitas Airlangga / Unair di Surabaya, Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom mengklaim telah menemukan ramuan jahe yang dapat mencegah penularan virus corona atau Covid-19 dalam tubuh.
"Formulasi atau ramuan terdiri dari jahe, kunyit, temulawak, sereh, dan bahan lainnya. Bahan-bahan ini biasa disebut sebagai empon-empon," ujarnya saat dihubungi Kompas pada Rabu 19/2/2020.
Curcumin
Empon-empon, imbuhnya mengandung curcumin yang berfungsi mencegah terjadinya badai sitokin di dalam paru.
Ia menjelaskan, sitokin merupakan senyawa sel atau respons imun sebagai reaksi terhadap adanya virus.
"Jadi sebetulnya sitokin merupakan fungsi positif, tetapi punya efek negatif yaitu merusak sel di sebelahnya. Sitokin inilah yang menyebabkan tubuh menjadi panas kalau seseorang terinfeksi kuman," ujar Nidom yang juga Ketua Tim Riset CoV dan Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation disingkat PNF.
Guna menerapkan fungsi dari empon-empon yang dibuatnya, Nidom menyontohkan, apabila seseorang terinfeksi virus flu burung atau Covid-19 atau kuman lain dengan tipe ganas highly pathogenic, maka virus-virus tersebut akan masuk ke dalam paru.
Menilik formulasi yang terbilang baru terhadap virus corona, Nidom mengatakan bahwa ia dan peneliti PNF sempat melakukan percobaan ramuan terhadap tikus yang terinfeksi virus flu burung dan diberi empon-empon.
"Kami menunggu donatur virus Covid-19," imbuhnya.
Tak hanya itu, pembuatan empon-empon ini tidak memerlukan waktu lama, sebab pembuatannya pun mudah dan dapat dicoba di rumah.
Terkait konsumsi, Nidom menyarankan agar masyarakat mengonsumsi pada pagi, siang, dan malam berupa campuran jahe, temulawak, dan sebagainya.
"Nah, sitokin ini akan merusak sel-sel lain, sehingga sitokin akan banyak dan merusak di dalam paru. Inilah yang disebut dengan badai sitokin," lanjut dia.
Menilik formulasi yang terbilang baru terhadap virus corona, Nidom mengatakan bahwa ia dan peneliti PNF sempat melakukan percobaan ramuan terhadap tikus yang terinfeksi virus flu burung dan diberi empon-empon.
Meski begitu, pihaknya berkeyakinan kandungan yang efektif mencegah tubuh dari penularan virus yakni curcumin.
Tak hanya itu, pembuatan empon-empon ini tidak memerlukan waktu lama, sebab pembuatannya pun mudah dan dapat dicoba di rumah.
Terkait konsumsi, Nidom menyarankan agar masyarakat mengonsumsi pada pagi, siang, dan malam berupa campuran jahe, temulawak, dan sebagainya.
"Masyarakat sudah biasa membuat minuman dari empon-empon tersebut, (konsumsi) tiap hari lebih baik, karena kita tidak tahu kapan virus masuk ke dalam tubuh kita," kata dia.
Selain itu, Nidom menambahkan, hingga saat ini belum ada kasus seseorang keracunan akibat mengonsumsi empon-empon ini.
Rasa empon-empon juga dapat disesuaikan dengan selera peminumnya, seperti ditambahkan kayu manis atau sereh.
"Jadi masyarakat tidak perlu panik, karena ada empon-empon. Minum atau masak gunakan ramuan empon-empon tersebut. Sangat baik untuk kesegaran atau pun menangkal kuman/virus ganas seperti flu burung atau Covid-19," ujar Nidom.
Ia menjelaskan, saat ini para peneliti dari PNF sedang meneruskan riset-iset di laboratorium untuk menemukan formulasi yang tepat empon-empon bagi setiap virus.
Source:kompas/RetiakartikaDewi/kamis/200220.
Empon-Empon Untuk Covid 19
Mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan solusi masalah Covid 19 yang masih belum ada obatnya. Rumah Sehat Thera Afiat menyediakan herbal wedang empon-empon untuk mencegah Virus Corona yang dikemas secara praktis.
Komposisi :
Jahe, Temulawak, Sereh, Kunyit, dan Kayumanis.
Cara penyajian:
Masukkan semua bahan ke dalam panci atau kwali.
Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih dan siap diminum.
Bahan jamu tersebut bisa diulang selama 3 hari.
https://tokoherbalkelapagading.blogspot.com/2020/03/empon-empon-mencegah-virus-corona.html?m=1
Untuk order/query secara online hubungi :
Verri JP
Rumah Sehat Thera Afiat
Wa 08111494599
Atau 087883171247.
Jumat, 27 Maret 2020
Kisah Jamu RI Sembuhkan Pasien Korona
Kisah Jamu Indonesia Sembuhkan Pasien Covid-19 di Swedia
Vermint atau yang lebih tren dikenal sebagai obat cacing oleh masyarakat Indonesia memang berasal dari ekstrak cacing tanah atau Lumbricus rubellus yang sudah diolah dalam bentuk kapsul.
Wabah covid-19 yang muncul menggegerkan berbagai belahan dunia sejak awal tahun hingga kini masih mengundang sejumlah pertanyaan, khususnya dari sisi pegobatan yang tepat. Beragam kisah penyembuhan pasien Covid-19 pun masih menjadi perbincangan yang menarik hari ini.
Salah satunya kisah warga negara Indonesia (WNI) yang kini tengah menetap di Swedia. Namanya, Nathania Setiawan (26 tahun) atau yang kerap disapa Thania. Awalnya, dia menggunakan akun instagram pribadinya untuk berbagi cerita.
Dia dinyatakan sebagai pasien Covid-19 di Swedia usai menjalani perjalanan panjang dari Indonesia. Kegigihannya untuk sembuh dari Covid-19 pun berbuah nyata. Uniknya, Thania mengaku obat paling ampuh yang dikonsumsi yakni produk obat jenis jamu dari Indonesia.
Cerita dimulai pada 10 Januari 2020 lalu tiga hari setelah pulang dari Indonesia pada 7 Januari 2020. Thania merasakan sakit di tenggorokan berupa batuk kering tanpa dahak ditambah pilek hingga tidak enak badan. Sakit pun berlanjut pada 12 Januari, demam Thania melonjak 39,9 derajat Celsius ditambah diare.
"Di Bandara Doha, Qatar sudah banyak yang batuk-batuk tetapi saya tidak punya pikiran macam-macam karena badan memang sudah lelah di perjalanan yang memakan waktu 20 jam dari Jakarta," katanya kepada Bisnis melalui layanan pesan singkat, Jumat (27/3/2020)
Sakit Thania berlanjut hingga pada 13 Januari 2020, dia memutuskan untuk ke rumah sakit (RS) tetapi ditolak, bahkan pintu RS tertulis jika sakit batuk, panas, pulang, dan minum paracetamol juga istirahat cukup.
Menurutnya, hal itu bukan karena wabah Covid-19 yang mulai melanda di berbagai belahan dunia.
Thania pun memutuskan memahami hal tersebut, dan mulai mengonsumsi paracetamol dua butir tiga kali sehari. Keesokan harinya, bukan mereda panas Thania malah meningkat hingga 40,1 derajat Celsius ditambah pendarahan di hidung atau mimisan serta saat bernapas sakit.
Dia menyebut suaminya pun memutuskan izin dari kantor untuk merawat karena kondisinya yang semakin mengkhawatirkan.
Kondisi diperparah pada keesokan harinya (15/1/2020), sang suami juga menderita demam hingga 40 derajat Celsius dan batuk kering. Thania pun meminta kepada suaminya untuk memeriksakan kembali di RS milik institusi. Beruntung kali ini keduanya diterima dan langsung diperiksa di Unit Gawat Darurat (UGD).
"Saya datang dengan darah mimisan di hidung, di sini harus parah sekali baru diterima. Jadi, setelah proses wawancara riwayat perjalanan kami, mereka mengambil sampel dari badan kami. Setelah seharian rebahan di UGD, dokter pun datang dengan pakaian pelindung. Kami dinyatakan terkena virus unik, terlihat seperti H1N1 atau Influenza A dan menurutnya itu tidak parah. Kami pun dibuatkan resep obat batuk cair dan tablet larut," ujar Thania.
Tak berhenti di situ, upaya Thania untuk sembuh pun ditambah dengan membongkar koper persediaan obat yang dibawa dari Indonesia. Dia pun menemukan Vermint, Tolak Angin, dan multivitamin yang memang rutin dibawa untuk persediaan obat selama di sana.
Alhasil usai mengonsumsi Vermint dan berbagai resep dokter pada hari kelima, demam berangsur mereda pada hari kedelapan hingga sembilan. Thania mengaku efek konsumsi Vermint yang paling ampuh meredakan demam dengan baik. Dia dan suami melanjutkan konsumsi hingga menghabiskan dua botol Vermint.
Suami Thania juga sempat melakukan pencarian daring terkait kandungan dalam Vermint. Hasilnya Vermint bukan hanya membantu menurunkan panas, tetapi ada protein di dalam jumlah besar yang ketika itu mereka sudah tidak harapan dan berpikir bahwa tubuh memerlukan banyak asupan itu.
"Jadi kami pilih Vermint untuk jadi asupan protein setelah turun panas, dan dibarengi makanan bergizi lainnya di Swedia seperti cottage cheese, protein pudding, sayur hijau, ikan, couscous, quinoa," tutur Thania.
Sepengetahuan Thania sejak kecil di Indonesia Vermint adalah obat tifus, tetapi juga efektif untuk mengobati paru yang sesak karena berlendir. Singkat cerita, hingga penghujung Februari Thania merasakan badannya mulai pulih membaik. Seketika itu, Thania pun baru mendapat kabar dari RS bahwa dia dan suami sebenarnya menderita Covid-19.
"Saya ditelepon dan bicara sama dokter dan guru besar institusi RS tersebut, dokter itu bilang kemungkinan kami bukan terkena H1N1 tetapi Covid-19. Saat saya sakit itu masih satu kasus di Jönkoping dan terkesan tidak mungkin saya Covid-19 kalau balik dari Indonesia yang saat itu masih 0 kasus," katanya.
Dugaan positif Covid-19 juga dikorfimasi oleh suster yang menanganinya saat itu, karena suster itu pun dinyatakan positif Covid-19. Dokter mengatakan hasil sampel Thania dalam bentuk digital telah dibuka kembali dan dicocokkan dengan kasus pertama Covid-19 di sana.
Thania dan suami pun diminta tes ulang pada 28 Februari 2020, dan meminta teman terdekatnya juga turut melakukan tes.
Akhirnya, Thania dan suami kembali untuk melakukan tes ulang sembari menyerahkahkan sisa obat dari Indonesia yang dikonsumsi untuk penyembuhan karena diminta oleh pihak RS. Thania pun membaca kebingungan para tenaga medis di sana yang menilai Thania cukup sehat selama terjangkit Covid-19 tidak seperti pasien pertama yang akhirnya meninggal.
Thania mengaku telah mengonsumsi Vermint sejak duduk di bangku kuliah karena menderita sakit tifus. Sepengetahuannya Vermint dikonsumsi masyarakat Indonesia untuk menyembuhkan DBD dan tifus.
Saat ini dia mengaku sudah dapat melakukan aktifitas seperti biasa yakni berkerja dan kuliah di sana. Menurut Thania penanganan Covid-19 di Swedia memang tidak segaresif di negara lain termasuk Indonesia, bahkan kebijakan WFH atau kerja dari rumah yang kini diterapkan di Tanah Air tidak berlaku di sana.
Thania menyebut angka positif Covid-19 di Swedia per pekan ini berkisar 2.300 kasus dari 9 juta penduduk saja, lonjakan terjadi setelah ada pasien yang diduga membawa virus dari Italia dan imigran Iran yang kembali dari libur Natal dan marathon di Stockholm minggu lalu.
Menurutnya, kondisi pasien yang kritis di atas 70 dapat perawatan, dan yang muda tidak kritis diminta hanya melakukan istirahat di rumah. Namun, itu pun tanpa pengawasan yang memadai.
"Kalau di Indonesia sempat baca Pak Jokowi beli 3 juta obat sementara, juga polisi Indonesia yang galak mengimbau masyarakat yang keluyuran agar pulang. Itu bentuk perhatian yang amat besar menurut kami di sini," katanya.
Vermint
Vermint atau yang lebih tren dikenal sebagai obat cacing oleh masyarakat Indonesia memang berasal dari ekstrak cacing tanah atau Lumbricus rubellus yang sudah diolah dalam bentuk kapsul. Vermint di produksi oleh PT Vermindo Indonesia yang sudah lulus uji dan kini sudah beredar selama 20 tahunan.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Dwi Ranny Pertiwi yang juga pengembang produk Vermint mengatakan di Tanah Air, penjualan produk jamu kini semakin meningkat akibat wabah Covid-19.
Bahkan, menurutnya, khusus untuk produk simplisia atau rempah kering kenaikannya hingga 50 persen dari sebelum munculnya wabah Covid-19.
"Di pasar lokal jamu yang untuk menjaga stamina atau daya tahan tubuh dengan bahan baku utama jahe, kunyit, temulawak juga permintaannya meningkat pesat," katanya.
SourceIpakAyuNurcahya.bisnisdotcom.
Empon-Empon Untuk Covid 19;
Mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan solusi masalah Covid 19 yang belum ada obatnya. Rumah Sehat Thera Afiat menyediakan herbal wedang empon-empon untuk mencegah Virus Corona yang dikemas secara praktis.
Komposisi :
Jahe, Temulawak, Sereh, Kunyit, dan Kayumanis.
Cara penyajian:
Masukkan semua bahan ke dalam panci atau kwali.
Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih dan siap diminum.
Bahan jamu tersebut bisa diulang selama 3 hari.
https://tokoherbalkelapagading.blogspot.com/2020/03/empon-empon-mencegah-virus-corona.html?m=1
Untuk order/query secara online hubungi :
Verri JP
Rumah Sehat Thera Afiat
Wa 08111494599
Atau 087883171247.
Rabu, 25 Maret 2020
Empon-Empon Mencegah Virus Corona
Empon-empon
Nama empon-empon menjadi populer setlah Presiden Joko Widodo mengaku mulai mengganti suguhan para tamu yang berkunjung ke tempatnya dari teh dengan minuman empon-empon seperti temulawak, jahe, sereh, dan kunyit. Hal ini, Jokowi lakukan untuk mencegah terjangkit virus corona atau covid-19.
Pengertian dan arti empon-empon adalah rimpang jahe, kunyit, temulawak dan sebagainya yang digunakan sebagai ramuan tradisional. Mungkin gampang ngomongnya arti empon-empon adalah rempah-rempah.
"Sekarang tamu-tamu saya pagi, siang, dan malam saya beri minuman itu. Bukan teh tapi saya ganti temulawak, jahe, sereh, kunyit, campur jadi satu," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara 2nd Asian Agriculture & Food Forum di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 12/3/20.
Jokowi menyatakan turut menambah jumlah porsi minum jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh di tengah wabah virus corona. Mantan wali kota Solo itu kini meminum jamu tiga kali dari sebelumnya hanya satu kali sehari.
"Saya kan tiap hari minum itu temulawak, jahe, kunyit, sereh, saya campur, saya minum hanya pagi saja. Sekarang karena ada corona saya minumnya pagi, siang, malem," ujarnya.
Sebelumnya, Guru Besar Ilmu Biologi Molekuler Universitas Airlangga Surabaya, Chaerul Anwar Nidom berharap empon-empon bisa menangkal virus corona. Chaerul menyebut beberapa jenis empon-empon memiliki kandungan curcumin, yaitu jahe, temu lawak, kunyit, kencur, serai, dan kayu manis.
Menurutnya, zat curcumin ini bisa menangkal virus hepatitis C dan flu burung /H5N1. Ia menyebut virus corona memiliki kemiripan genetik dengan virus jenis lainnya, seperti hepatitis C dan flu burung. Untuk membuktikan kemampuan curcumin mencegah virus corona harus melewati serangkaian penelitian.
SourceCNN.
Empon-Empon Untuk Covid 19;
Mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan solusi masalah Covid 19 yang belum ada obatnya. Rumah Sehat Thera Afiat menyediakan herbal wedang empon-empon untuk mencegah Virus Corona yang dikemas secara praktis.
Komposisi :
Jahe, Temulawak, Sereh, Kunyit, dan Kayumanis.
Cara penyajian:
Masukkan semua bahan ke dalam panci atau kwali.
Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih dan siap diminum.
Bahan jamu tersebut bisa diulang selama 3 hari.
Untuk order/query secara online hubungi :
Verri JP
Rumah Sehat Thera Afiat
Wa 08111494599
Atau 087883171247.
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl kelapa sawit raya blok DD no. 15
Kelapa Gading,
Jakarta Utara
Telp WA 08111494599
HP 087883171247
Rumah Sehat Thera Afiat - Tangsel
Jl Kalasan B15/1
Sarua Permai - Pamulang
Wa 08111494599
#herbal
#pegagan
#notaverrijpma
#rumahsehattheraafiat
#Theraafiat
#therainstitute
#obatjamu
#verrijpma
Label:
Herbal, instan, Thera Afiat, Verri JP MA, Rumah Sehat Thera Afiat, Thera Institute, Kelapa Gading, Sarua Permai, Pamulang, Ciputat, BSD, Bintaro, Pondok Indah, Obat Jamu
Label:
Bintaro,
BSD,
Ciputat,
Covid19,
empon empon,
Herbal,
instan,
Kelapa Gading,
Obat Jamu,
Pamulang,
Pondok Indah,
Rumah Sehat Thera Afiat,
Sarua Permai,
thera Afiat,
Thera Institute,
Verri JP MA,
Virus Corona
Langganan:
Postingan (Atom)








